Bergabung Dengan Kami!!

SD Islam Ar Rahmah Menuju Sekolah Adiwiyata

Pemanasan global menjadi ancaman yang semakin serius pada akhir-akhir ini. Perubahan iklim menjadi isu yang semakin sering dibahas pada forum-forum tertinggi. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia sudah semakin parah sehingga ancaman yang akan dihadapi dari hari-hari ke hari semakin nyata. Hal ini diperparah dengan kurang pedulinya masyarakat akan lingkungan yang mereka tempati. Untuk meminimalisir terjadinya dampak nyata dari pemanasan global tersebut dibutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lingkungan supaya kerusakan alam tidak semakin parah. Berdasarkan hal tersebut SD Islam Ar Rahmah mencoba menjadi pionir di Kecamatan Suruh untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau. Selain dengan penanaman tumbuhan SD Islam Ar Rahmah juga berusaha untuk mengurangi sampah plastik yang terbukti merusak lingkungan. Dengan dicetuskannya ide menjadi sekolah adiwiyata tersebut, diharapkan SD Islam Ar Rahmah mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam menanggulangi pencemaran serta kerusakan lingkungan. Sehingga kelak bumi yang kita tempati tidak cepat rusak serta dampak yang tidak kita harapkan dapat kita hindari. (kaisar)

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SD Islam Ar Rahmah, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang


ABSTRAK
Sebagai salah satu desain induk penumbuhan budi pekerti, gerakan literasi perlu melibatkan para pemangku kepentingan secara terprogram. Kegiatan literasi bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan tanah air melalui membaca kepada peserta didik dan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang imajinasi. Pelaksanaan kegiatan gerakan literasi sekolah di SD Islam Ar Rahmah dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu, yaitu hari Selasa, hari Kamis dan hari Sabtu dengan cara membaca buku non pelajaran selama 15 menit. Tempat pelaksanaan kegiatan gerakan literasi di ruang kelas, di pondok baca, di perpustakaan bahkan di Laboratorium keagamaaan. Waktu pelaksanaan kegiatan gerakan literasi sekolah di SD Islam Ar Rahmah fleksibel bisa 15 menit di awal pelajaran, di tengah maupun di akhir pelajaran. SD Islam Ar Rahmah memiliki berbagai fasilitas penunjang literasi diantaranya: perpustakaan dengan berbagai koleksi buku bacaan dilengkapi dengan media audio visual, pondok baca beserta buku bacaan, sudut baca setiap ruang kelas, majalah dinding, buletin yang terbit setiap bulan, pembuatan program-program pendukung literasi seperti story telling oleh guru, pengadaan buku bacaan secara berkala, pengadaan lomba-lomba literasi untuk siswa seperti story telling, membaca cepat dan bedah buku. Selain itu pemberian reward bagi peserta didik yang karyanya terpilih untuk diterbitkan di buletin sekolah.Metode kegiatan gerakan literasi sekolah di SD Islam Ar Rahmah untuk kelas 1 dan 2 dengan cara membaca terbimbing. Untuk kelas 3 dan 4 dengan cara membaca bersama sedangkan untuk kelas 5 dan 6 dengan cara membaca mandiri.Berdasarkan hasil pengamatan pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SD Islam Ar Rahmah berjalan baik dan efisien serta menyenangkan. Dilihat dari grafik kunjungan anggota diperpustakan tiap bulan terlihat adanya peningkatan pengunjung secara signifikan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dengan adanya program gerakan literasi di SD Islam Ar Rahmah minat baca peserta didik meningkat.

PENDAHULUAN
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti, budi pekerti adalah suatu kegiatan pembiasaan dan perilaku positif di sekolah yang dimulai sejak dari hari pertama sekolah, masa orientasi peserta didik baru untuk jenjang sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan, sampai dengan kelulusan. Lebih lanjut dijelaskan tujuan penumbuhan budi pekerti dalam Permendikbud no 23 tahun 2015 adalah; menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan; menumbuhkembangkan kebiasaan yang baik sebagai bentuk pendidikan karakter sejak di keluarga, sekolah, dan masyarakat; menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah; menumbuhkembangkan lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
Berdasarkan data dari UNESCO persentase minat baca warga Negara Indonesia sebesar 0,01 persen, yang artinya dari setiap 10.000 orang warga Negara Indonesia hanya 1 orang warga Negara Indonesia yang memiliki minat baca. Selain dari data UNESCO diketahui pula hasil dari penelitian International Programme for International Student (PISA) tahun 2015, tentang kemampuan membaca siswa Indonesia menduduki urutan ke-69 dari 76 negara yang disurvey. Hasil itu lebih rendah dari Negara Vietnam.
Dari data tersebut di atas diketahui bahwa minat baca siswa Indonesia sangat rendah. Oleh karena itu SD Islam Ar Rahmah melaksanakan kegiatan sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan budi pekerti terutama untuk meningkatkan minat baca siswa melalui gerakan literasi sekolah. Selain itu sebagai bentuk dukungan untuk berperan serta dalam melaksanakan program pemerintah yang tertuang dalam Permendikbud No 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti dan Permendikbud No 21 tahun 2015 tentang gerakan pembudayaan karakter di sekolah. Dalam pelaksanaan itu semua perlu manajemen dan strategi-strategi demi mewujudkan cita-cita bersama.

BAGIAN INTI
Pengertian Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
Menurut Faizah, Dewi Utama, dkk (2016) Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Lebih lanjut dijelaskan Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kegiatan membaca kepada peserta didik dan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang imajinasi.

Tujuan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SD Islam Ar Rahmah
Tujuan Gerakan Literasi Sekolah di SD Islam AR Rahmah seperti yang tertuang dalam Visi dan Misi serta tujuan dari Perpustakaan SD Islam Ar Rahmah.
1. Visi : Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT serta mutu pendidikan melalui perpustakaan sebagai sumber belajar.
2. Misi :
a. Menunjang pembelajaran
b. Meningkatkan minat baca peserta didik
c. Menunjang aktivitas anak dalam proses pembentukan akhlakul karimah
d. Mendidik santri agar dapat memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat.
3. Tujuan : Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan meningkatkan minat baca melalui perpustakaan yang berfungsi sebagai sumber belajar untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Sasaran Gerakan Literasi Sekolah SD Islam Ar Rahmah
Sasaran dari Gerakan Literasi Sekolah adalah seluruh warga SD Islam Ar Rahmah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, peserta didik, serta karyawan bahkan komite sekolah.

Fasilitas dan Sarana Prasarana Literasi SD Islam Ar Rahmah
Untuk menunjang pelaksanaan program literasi yang dicanangkan oleh kepala sekolah serta dewan guru dalam rapat kerja sekolah, maka kepala sekolah membentuk tim literasi sekolah yang bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah. Tim tersebut terdiri dari komite, pustakawan, guru kelas, guru mata pelajaran dan tenaga kependidikan lainnya.
SD Islam Ar Rahmah memiliki berbagai fasilitas penunjang literasi diantaranya: perpustakaan dengan berbagai koleksi buku bacaan dilengkapi dengan media audio visual, pondok baca beserta buku bacaan, sudut baca setiap ruang kelas, majalah dinding, buletin yang terbit setiap bulan, pembuatan program-program pendukung literasi seperti story telling oleh guru, pengadaan buku bacaan secara berkala, pengadaan lomba-lomba literasi untuk siswa seperti story telling, membaca cepat dan bedah buku. Selain itu pemberian reward bagi peserta didik yang karyanya terpilih untuk diterbitkan di buletin sekolah.

Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Islam Ar Rahmah
Pelaksanaan program literasi di SD Islam Ar Rahmah dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu pada hari Selasa, hari Kamis dan hari Sabtu. Kegiatan tersebut yakni dengan membaca buku non pelajaran selama 15 menit. Waktu pelaksanaan program literasi di SD Islam Ar Rahmah dilakukan secara fleksibel tergantung wali kelas masing-masing. Kegiatan membaca selama 15 menit bisa dilaksanakan di awal sebelum pelajaran, ada juga yang melaksanakan di tengah yaitu 15 menit sebelum istirahat bahkan ada juga yang melaksanakan literasi di jam akhir yakni 15 menit sebelum jam kepulangan peserta didik. Jadi pelaksanaanya di sesuaikan dengan kondisi kelas masing-masing.
Metode pelaksanaan kegiatan literasi dilaksanakan sesuai dengan jenjang kelas masing-masing. Untuk peserta didik kelas 1 dan 2 dengan metode membaca terbimbing. Metode ini dilakukan dengan cara guru membacakan sebuah cerita. Buku yang dipilih adalah buku-buku yang bergambar menarik dan sederhana.
Dari hasil pengamatan di SD Islam Ar Rahmah pelaksanaan membaca terbimbing, setelah guru memilihkan buku bacaan yang sesuai dengan peserta didik kelas 1 dan 2, guru menunjukkan sampul buku cerita, menyebutkan judul, pengarang, dan illustrator buku. Kemudian guru membacakan cerita dengan menarik, untuk anak kelas 2 diminta untuk menyimak, setelah itu guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya hal-hal yang ingin diketahui oleh peserta didik. Setelah itu guru mengajukan pertanyaan hal-hal yang berkaitan dengan cerita tersebut. Bahkan guru meminta siswa untuk menceritakan kembali isi dari cerita yang dibacakan guru dengan bahasa mereka sendiri untuk menggali kemampuan anak untuk berbicara dihadapan publik.
Pelaksanaan literasi di kelas 3 dan 4 yaitu dengan cara membaca bersama. Metode ini guru dan peserta didik membaca bersama-sama buku bacaan yang dipilih. Pada metode ini peserta didik membaca nyaring secara bergantian, ketika salah satu peserta didik membaca nyaring peserta didik yang lain menyimak. Setelah cerita selesai dibaca bersama-sama, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait isi buku sehingga mencerminkan peserta didik memahami alur cerita tersebut. Pelaksanaan literasi di kelas 5 dan 6 di SD Islam Ar Rahmah yakni dengan cara membaca mandiri. Peserta didik secara mandiri membaca dalam hati buku cerita yang telah mereka pilih sendiri. Setelah selesai membaca cerita tersebut peserta didik diminta untuk membuat peta cerita, bahkan sesekali diminta untuk membuat synopsis ataupun sebuah ringkasan. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap bacaan, guru membuat daftar pertanyaan yang nantinya dapat dilanjutkan dengan diskusi bersama peserta didik yang lain. Dari hasil pengamatan selama proses literasi berlangsung baik itu di kelas, di pondok baca ataupun diperpustakaan, berjalan dengan baik dan efektif. Peserta didik terlihat senang, antusias melaksanakan kegiatan tersebut.

BAGIAN PENUTUP
Dengan direalisasikanya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Islam Ar Rahmah selama tiga kali dalam satu minggu yaitu dengan membaca buku non pelajaran selama pelajaran selama 15 menit diketahui dapat menumbuhkan dan meningkatkan minat baca kepada peserta didik dan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang imajinasi. Hal tersebut pada terlihat pada grafik pengunjung di perpustakaan yang setiap bulan terlihat kenaikan secara signifikan.

DAFTAR PUSTAKA
Faizah, Dewi Utami,dkk. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Mulyadi. D. 2015. Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan Pelayanan. Bandung : Alfabeta
Permendikbud No 21 tahun 2015. Tentang Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah.
Permendikbud No 23 tahun 2015. Tentang Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti.


SURAT KETERANGAN
Yang bertandatangan dibawah ini, Saya:
Nama: Ira Damayanti, S.T.,S.Pd
Alamat: Ds Krajan Rt 02/01, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang
Unit Kerja : SD Islam Ar Rahmah, Jl Kyai Domo Purwodijoyo, km 0,5, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang 50776
Menyatakan bahwa artikel ilmiah yang berjudul Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SD Islam Ar Rahmah merupakan karya sendiri, bukan plagiat dan belum pernah diikutkan untuk lomba.
Demikian surat keterangan yang saya buat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya

Suruh, 14 Oktober 2017 Hormat saya


Ira Damayanti, S.T.,S.Pd

Krisis Dalam Pemikiran Modern

Ilmu pengetahuan abad dua puluh telah memberi umat manusia berkah melimpah. Ia telah memberi manusia kemudahan materi, meluasnya cakrawala pikiran dan pandangannya tentang dunia (welthansaung). Tetapi ia juga mendatangkan kegelisahan jiwa yang hebat, dan hilangnya perhatian kita secara bertahap pada pedoman spiritual (baca : agama) dan etika --- “ Kebenaran, kehormatan dan keadilan” --- yang telah menjadi benteng kokoh setiap peradaban besar masa lalu.
Sekarang ini hal-hal absolut tampaknya menjadi impian yang tidak bisa terwujud. Saat kita sekarang ini adalah sebuah dunia relativitas yang baru dan asing. Penting bagi kita untuk menemukan suatu pengganti yang bermakna bagi kesadaran kita atas makna yang telah hilang.
Secara umum diakui kita hidup di zaman krisis. Tanda-tandanya dapat dilihat dimana-mana; dalam pertentangan global yang kuat dari ideologi-ideologi sosial yang tak sepaham; dalam kebingungan spiritual yang dipicu oleh ilmu pengetahuan modern. Dalam tantangan terhadap konsepsi-konsepsi moral kuno tentang amoralitas yang sinis dan terus berkembang, dalam pola hidup serba cepat (praktis) dan kacau yang sungguh-sungguh menyerang kesehatan jiwa kita.

Walau Hanya Setetes Darah

Terjerembap di jalanan
Setitik air mata
Tersungkur diatasnya

Darah ini darah siapa
Air mata ini air mata siapa
langit mendung memayunginya
Hanya bumi yang tahu siapa empunya

Jangan bersedih dedaunan
Kicaumu jangan sendu hai burung
Darah ini menetes dari roh nurani
Butir air mata adalah belaian damai

Jangan biarkann darah ini mengering
Air mata jatuh tanpa makna
Walau cuma setetes darah dan setitik air mata
Dari sini awal kemerdekaan dikumandangkan
Sukma Putri Andriyanti (Kelas 5)

Cerita Lama Bersemi Kembali

By: Ordinat 450

... disebuah kampung terdapat banyak Penduduk desa yang sedang bekerja dengan kesibukan masing-masing. Menggembala ternak, membelah kayu, bermain layang-layang sampai dengan membawa pulang hasil panen dari sawah atau hutan. Semua orang tampak serius dan tak satu pun yang terlihat tanpa aktivitas.
Pada suatu hari terjadi kejadian aneh yang sempat mengusik ketentraman penduduk desa. Si Usil anak yang mempunyai kebiasaan menggembala domba ke hutan mulai bertingkah. Tanpa rasa ragu dan bimbang Ia segera melaksanakan ide jail-nya.
... tolooooooong.... toloooooong......... ada singa! Tolooooong....ng............ng..........ng. Penduduk yang mendengar suara teriakan minta tolong segera bergegas menuju sumber suara, karena tidak seperti layaknya hutan kampung mereka terdapat singa. Berduyun-duyun penduduk datang menuju Ucil. Sesampainya di tempat Usil, mereka tidak melihat singa (yang membuat heran penduduk).
Usil      : “Haaa... haaa... haaa...!”
Penduduk        : “Hai Usil mengapa engkau malah ketawa dengan seenakmu, bukankah kamu tadi yang teriak minta tolong kalau ada singa?”
Usil                  : “Haaa...haaaa...ha! Aku tertawa melihat kalian semua”.
Penduduk        : “Memangnya ada apa dengan kami? Lucu kah kami sehingga kau tertawa begitu?”
Usil                  : “Ya....! Kalian memang membuat aku tertawa, dengan mudahnya kalian satu desa aku bohongi dengan teriakan minta tolong. Haaa... haaa...”
Penduduk        : “Dasar kamu anak tak tahu kesopanan, jangan ulangi lagi jika kamu tidak ingin celaka! (penduduk bubar dan kembali ke kampung)”.
Selang beberapa hari Usil mengulangi hal itu dengan terikan minta tolong ada singa. Penduduk yang mendengar pun bergegas menuju sumber suara, namun hanya sebagian dari yang pertama karena sebagian beranggapan “itu hanya ulah anak kurang kerjaan usil, tak perlu kami kesana”.
Penduduk yang sedikit sampai di tempat Usil dan mereka untuk kedua kali dibohongi oleh Usil. Penduduk

Celoteh Pojok Biru

... tet ... tet ... bel sudah berbunyi, waktu menunjukan pukul 07.45 am, saatnya pergantian pelajaran bagi kelas kami. Meski hari itu penuh dengan pelajaran agama, dan aku hanya bertatap muka dengan satu wajah (baca : guru) yang menemaniku belajar dari pagi sampai siang, aku tetap merasa happy, karena proses KBM dibuat fun oleh guruku.
Mata pelajaran Fiqih menjadi awal pembelajaran Kami di kelas. Konsep pembelajaran yurisprodensi / undang-undang secara Islam dijelaskan dalam pelajaran ini. Wajib, haram, sunah, makruh dan subhat. Wajib berarti memperoleh pahala apabila dikerjakan dan mendapat dosa jika dilanggar. Haram berarti memperoleh pahala apabila ditinggalkan dan mendapat dosa jika dikerjakan. Begitulah singkatnya aku memahami penjelasan guruku.

BILLY AND MOLLY

"Sebuah cerita dari pojok bilik perpust"

Di sebuah perumahan, hiduplah seekor kucing berwarna hitam. Molly, begitulah pemiliknya memberi nama. Ia tinggal di keluarga Jones. Molly selalu memburu dan menemukan tikus-tikus yang suka mencuri makanan di dapur keluarga Jones.
Molly memang seekor kucing yang lucu dan menggemaskan. Matanya berwarna hijau dan kumisnya panjang berwarna putih. Ia sangat suka mendengkur dan sangat senang kalau tubuhnya dibelai.
Namun, tidak seorang pun di keluarga Jones yang suka membelai Molly. Kedua anak di keluarga Jones tidak suka binatang, sedang nyonya Jones sering membentak Molly jika ia mengeong waktu nyonya Jones sedang memasak ikan.
Di samping rumah keluarga Jones, hiduplah seorang anak bernama Billy. Billy adalah anak yang baik dan sangat menyukai binatang. Karena itu ia juga sangat menyayangi Molly. Setiap sore Molly melompat pagar keluarga Jones untuk mencari Billy dan minta dibelai. “Alangkah senangnya aku, jika Molly ini kucingku” kata Billy kepada Ibunya. “Aku ingin memelihara kucing juga Bu!” tetapi ibu Billy tidak ingin memelihara binatang di rumahnya walau ia juga suka kepada Molly.
Pada suatu hari keluarga Jones pergi ke luar kota. Saat hendak pergi, anak-anak Jones berpamitan kepada keluarga Billy. Rupanya mereka hendak pergi berlibur selama satu bulan.
Setelah memasukan semua barang ke dalam taksi, keluarga Jones berangkat. “Molly pasti diajak juga pikir Billy”. Namun ia keliru. Ia sangat terkejut ketika melihat Molly masih berada di halaman keluarga Jones. Billy lalu menceritakan hal itu kepada ibunya. “Pasti ada orang yang diberi tugas untuk merawat dan memberi makan Molly setiap hari” kata Ibu Billy.
Molly bertanya-tanya kemana tuannya pergi. Setelah lama menunggu Ia menggaruk-garuk pintu dapur dengan cakarnya berharap dibukakan pintu. Tetapi tampaknya tidak ada seseorang di dalam rumah. Molly lalu memeriksa kalau ada jendela yang terbuka sehingga Ia bisa masuk, tapi ternyata semua tertututp rapat.
Molly merasa kesepian tetapi Ia berharap tuannya nanti sore akan pulang.

TEORI MODERNISASI

Pembedaan secara umum perspektif permasalahan yang sejak lama menguasai teori-teori pembangunan, menimbulkan berbagai alternatif dari persaingan antara teori modernisasi dan teori dependencia. Pengelompokan berbagai subteori dan pendekatan untuk menjelaskan keterbelakangan dalam dua arus teori.
Teori yang dikelompokkan dalam teori modernisasi (teori dan strategi pertumbuhan, teori perubahan sosial dsb) adalah berbagai teori yang berangkat dari sebuah proses plagiatisme (peniruan) dan penyamaan terbelakang ke masyarakat maju dunia industri Barat (baca juga revolusi industri Inggris).
Proses modernisasi memiliki pengertian tradisi dan modern sebagai awal dan akhir jalan yang harus ditapak oleh masyarakat dunia ketiga (baca: berkembang). Dalam kelangsungan proses yang digerakkan dari nilai, perilaku dan cara berfikir tradisional serta struktur dalam masyarakat didinamisasi dan dimodernisasi. Masing-masing bidang politik dan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan modernisasi itu sendiri.
Dari ketentuan-ketentuan yang masih kaku ini, berlandaskan definisi yang masih perlu dipertanyakan (tradisi dimengerti sebagai apa saja yang tidak modern, dan modernitas masyarakat Barat dimutlakkan menjadi gambaran panutan pembangunan), diperlukan kriteria dari sebuah modernitas itu sendiri.
Gambaran dan asumsi dasar berikut merupakan ciri-ciri teori modernitas:

Apa Sih Positif & Negatif Main Game Online?


Pada saat ini main game online sedang marak sekali, dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa. Tapi, adakah positif negatifnya??? . . .Yuuk, kita lihat  . . . .

Dampak Positif:
- Membuat orang pintar
- Rajin membaca
- Membantu bersosialisasi
- Mengusir stress
- Memulihkan kondisi tubuh
- Meningkatkan konsentrasi
- Meningkatkan koordinasi tangan dan mata
- Meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris
- Meningkatkan pengetahuan tentang computer
- Meningkatkan kemampuan mengetik
- Melatih kemampuan berdagang
- Meningkatkan kinerja otak dan memacu otak dalam menerima cerita

Kau yang di sebelah kananku

Oleh: man of the left side
Anda yang duduk disebelah kanan saya adalah mata air yang mengalirkan anak-anak sungai yang bernama kreatifitas, intuisi, dan imajinasi. Tidak dapat dielakkan untuk menjadi lebih kreatif, intuitif dan imajinatif, anda harus membersihkan mata airnya, atau dengan kata lain anda harus mengasahnya. Aku yang berada di kiri cenderung memikirkan sedangkan anda cenderung membayangkan. Ketika anda membayangkan sesuatu berulang-ulang, maka itu akan masuk ke ruang bawah sadar, sedangkan bagian kanan adalah gerbang dari ruang bawah sadar. Kita tahu bahwa ruang bawah sadar jauh lebih menentukaan daripada ruang sadar. Dengan demikian ruang kanan itu memang luar biasa pentingnya.

Mengintip Konsep Leadership Ala Dunia Pewayangan

Menggali nilai-nilai luhur khas Bangsa Indonesia salah satunya mungkin dapat dilakukan dengan mengintip kisah-kisah dari dunia pewayangan. Konon kisah-kisah tersebut sarat muatan makna, membungkus nilai-nilai kearifan lokal dalam cerita-cerita yang sederhana. Saking simpelnya, sampai-sampai demikian elastisnya berbagai lakon wayang itu dibawa kemanapun oleh siapapun yang berkepentingan, contoh kecilnya mungkin mata kuliah Islam dan Budaya Lokal, yang epistemologinya otak-atik gathuk.
Alkisah, Prabu Suyudana alias Duryudana menginginkan untuk mendapatkan Wahyu Makutha Rama. Maka, ia mengerahkan Adipati Karna dan seluruh wadyabala Kurawa untuk mewujudkan keinginannya itu. Adat kebiasaan Bangsa Kurawa yang grusa-grusu, beraninya keroyokan, dan mengedepankan otot itu tentu saja tak membuat rela hati si empunya wahyu. Begawan Kesawasidi justru kemudian menganugerahkan wahyu tersebut kepada Raden Arjuna, tokoh Pandawa yang doyan tapa brata.

Daftar Santri/Siswa Baru 2012-2013

Berikut ini adalah daftar nama-nama SANTRI BARU SD Islam Ar-Rahmah Suruh tahun ajaran 2012-2013.

Kelas I A
1. Kafka Nafisa
2. Anni Zahra Dahlia M
3. Ahada Aufara A
4. Azzahra Maulida
5. Renata Amelia
6. Anisa Tri Hapsari
7. Syahida Kirani
8. Fathna Aqila Azhari
9. Falah Azkia Herdian
10. Azzahra Nabila Trisna
11. Hapsari Sulistyowati
12. Salsa Windu Agustina

Test Penerimaan Santri Baru

Sabtu, bertepatan dengan tanggal 30 Juni 2012, SD Islam Ar-Rahmah Suruh resmi mengadakan tes penerimaan santri baru untuk tahun ajaran 2012-2013. Kegiatan ini bertujuan untuk menyaring calon santri baru baik yang berasal dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) maupun pindahan dari sekolah lain. Sedangkan materi yang diujikan meliputi: 1). Tes mengaji, 2). Tes menulis, 3). Tes membaca, 4). Tes berhitung, dan 5). Tes mewarnai. Selain itu bagi calon wali santri juga ada interview bagi para calon wali

Turnamen Sepak Bola Mini

(Aditya Galih sedang menggiring bola)
Gelaran Piala Eropa 2012 yang diselenggarakan di Polandia - Ukraina ternyata tidak hanya bergaung di benua biru saja, melainkan sampai ke belahan dunia lain yang jaraknya ratusan ribu mil dari sana. Begitu pula dengan SD Islam Ar-Rahmah Suruh, entah disengaja atau tidak ternyata salah satu lomba yang diadakan dalam rangka class metting juga tidak jauh-jauh dari yang namanya kulit bundar. Bertempat di halaman SD Islam Ar-Rahmah Suruh, turnamen sepak bola mini dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2012 (Babak penyisihan-semifinal), dan 22 Juni 2012 (perebutan tempat ketiga dan babak final).
Dengan menggunakan aturan semi futsal, turnamen ini diikuti oleh delegasi dari kelas I-V SD Islam

Ibnu Sina

Ibnu Sina dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah "Bapak Pengobatan Modern".Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas Eropa. Selain kitab Al-Qanun karyanya yang terkenal  yaitu kitab Al-Syifa
Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.

KEGIATAN ILMIAH PRA – ISLAM

A. ARAB PRA ISLAM
Jazirah Arab atau kepulauan arab merupakan sebutan bagi daerah yang terletak di barat daya asia. Kepulauan ini pada belahan utara berbatasan dengan Syam, selatan dengan Samudra Hindia, barat dengan Laut Merah dan timur berbatasan dengan Teluk Persi. Pada zaman dulu Jazirah Arab terbagi atas lima daerah bagian, yaitu: Tihamah, Nejed, Hijaz, Yaman, dan Yamamah.
Jazirah arab dihuni oleh suku Badui yang kehidupannya selalu berpindah-pindah (nomaden) sehingga menyebabkan peradaban mereka tidak tersusun secara utuh. Selanjutnya ketidakutuhan ini menjadikan bangsa arab disebut jahiliyah (selain memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya). Meskipun begitu, Jazirah Arab pra Islam juga memiliki kegiatan – kegiatan ilmiah. Bahkan, pada kegiatan tertentu hanya dimiliki Jazirah Arab, seperti bersyair, ketrampilan menunggang kuda dan memanah. Adapun kegiatan ilmiah Jazirah Arab pra Islam yaitu:
1. Bahasa. Bahasa dapat menunjukan kegiatan ilmiah suatu bangsa. Karena kata apa pun yang keluar menunjukan tingkat kecerdasan suatu bangsa tersebut. Mudahnya anda dapat membandingkan “kata yang keluar” dari seorang profesor dan petani. Kata yang keluar dari seorang profesor mungkin pada bagian
tertentu anda perlu untuk menggunakan kamus, tapi tidak begitu ketika anda mendengar kata dari seorang petani.
2. Sya’ir. Sya’ir menunjukan kehidupan ilmiah pada masa lalu, sya’ir merupakan sastra bangsa arab. Sebagian besar peneliti berpendapat bahwa penyair adalah ahli pengetahuan. Sedangkan sebagian lagi berpendapat bahwa penyair merupakan sepandai-pandainya orang pada zaman mereka. 
3. Perumpamaan-perumpamaan 
4. Kisah-kisah 
5. Ketrampilan menulis. Disebutkan dalam Fathul Buldan bahwa orang pertama yang belajar menulis dari penduduk makah adalah Sofyan bin Umayah bin Abd Syams dan Abu Qais bin Abdu Manaf bin Zahrah bin Kilab. Ahmad Salaby menambahkan “seandainya tidak ada ketrampilan menulis, maka pasti sudah hilang cerita-cerita orang pada masa lampau”. 

B. SUMBER KEGIATAN ILMIAH DI LUAR ARAB PRA ISLAM 
1. Sekolah Iskandariyah. Iskandariyah adalah kota tua yang dibangun pada abad ketiga sebelum masehi. Usianya sampai abad kelima masehi, sekarang menjadi wilayah Mesir. Iskandariyah pada zaman dulu merupakan kekaisaran Romawi dan menjadi sumber pengembangan pengetahuan dan filsafat Yunani. Pada masa ini berkembang filsafat keagamaan. 
2. Sekolah Plato. Sekolah ini merupakan kelanjutan dari sekolah sebelumnya (Iskandariyah). Terletak di Athena kerajaan Roma bagian timur. Majunya peradaban Roma menjadikan Sekolah Plato sebagai sumber dari beberapa sumber kegiatan ilmiah Kerajaan Roma. Pada masa ini berkembang filsafat keber-ada-an (eksistensi). 
3. Sekolah Yundishapur. Yundishapur merupakan perpaduan antara filsafat Yunani dan Arab yang terletak di paris. Pada sekolah Yundishapur ini ilmu pengetahuan sudah mulai memasuki bidang kedokteran, yaitu dengan mengambil pengetahuan dari Iskandariah dan india. Seorang belajar ke Iskandariah kemudian pulang dan menerapkan ilmu yang telah dipelajarinya di wilayah tempat tinggalnya. Begitulah awal berdirinya Sekolah Yundishapur. Maaf ya aq dah ngantuk, jadi ga’ sa kupas lebih dalam... heehee 

Pendidikan Islam Dan Pendidikan Barat

Sebuah pengantar
...
Pendidikan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan dengan sistemnya yang beragam dan variatif membekali manusia dalam menjalani hidup, menyelesaikan masalah dan turut andil dalam mempersiapkan masa depan yang cemerlang.
Di era milenium ketiga ini pendidikan telah sampai pada titik dimana hampir semua dapat diakses dengan mudah dan cepat tanpa harus berpindah dari tempat tidur. Demikianlah kiranya gambaran singkat pendidikan modern, tapi perlu diketahui bahwa modernitas pendidikan yang saat ini kita rasakan adalah hasil atau pengembangan dari pendidikan yang berlangsung pada masa lampau, terutama pendidikan Islam.
Pendidikan Islam berlangsung sekitar 14 abad yang lalu, mulai dari masa Nabi sampai sekarang. Meskipun pendidikan pada masa itu masih sederhana dengan Al Qur’an dan Hadist sebagai materi utama untuk pendidikan. Dan Rosul sendiri lah yang menjadi ustadz paling awal.
Pendidikan Islam sudah ada cukup lama dan muncul bersamaan dengan berkembangnya Islam itu sendiri. Bahkan, pendidikan Islam pada abad ke-9 sampai awal abad ke-13 telah sampai pada puncak kejayaannya. Islam menjadi kiblat seluruh ilmu pengetahuan dan kegiatan ilmiah.
Kejayaan dan kemegahan itu terjadi pada Dinasti Abasiyah khalifah Harun Al Rasyid. Banyak para pelajar Eropa dan Barat yang belajar ilmu pengetahuan dan agama pada bangsa Islam. Setelah itu mereka kembali
ke negara mereka masing-masing dan menyempurnakan sistem pembelajaran yang ada pada negara mereka. Selain itu juga masih banyak ditemukan pada beberapa Universitas Barat yang menggunakan referensi dari kitab Sarjana Muslim dalam pembelajarannya. Hal ini diperkirakan sampai lebih kurang abad ke-17.
Islam cukup besar dalam memberikan sumbangannya dalam bidang ilmu pengetahuan. Hal ini dapat kita lihat dengan banyak munculnya ilmu pengetahuan baru setelah Islam, seperti: kedokteran, filsafat, aritmatika, optic, perbintangan, kimia dan sejarah.
...
Selanjutnya perkembangan ilmu tersebu diambil alih oleh barat pada masa renaisance. Dan sampai sekarang mereka lah yang menjadi pusat perhatian ilmu pengetahuan sebagaimana Islam pada masa itu. Akankah selanjutnya (negara) Islam akan selalu berada dibelakang bangsa barat? Ataukah kejayaan Islam cukup hanya pada masa lampau saja?

MENYINGKAP MAKNA DAKWAH

(Sebuah kajian hermeneutika)
... sore itu Nisa bersama Aisyah masih duduk di surau menunggu para santri datang untuk mengaji.  Tampaknya mereka sedang asyik ngobrol membahas dakwah kiai ternama minggu lalu. Entah tema apa yang disampaikan, yang jelas mereka sedang asyik membahas dakwah  ...
Dakwah merupakan “ajak – ajak  marang  kabecikan” untuk mengaji, beribadah, mendekatkan diri pada Allah. Begitulah arti dakwah yang biasa disampaikan dalam beberapa kajian majlis ta’lim.
Seperti halnya Remaja Masjid A (sebut saja begitu) mengadakan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), penyantunan terhadap anak yatim, dlu’afa dan mendirikan  instansi berlabel Islam dengan tujuan yang bisa dikatakan sama, yaitu  “dakwah  islamiyah”. Namun, secara esensi perlu dikaji bersama apa itu (arti) dakwah yang sebenarnya.
Karena jika dakwah diartikan sebagaimana tersebut diatas, maka akan mudah ditemui kelucuan pada tiap kalimat berbahasa arab yang lain. Sebagai contoh  kalimat sederhana berikut:
أدعوهم إلى الخير  = aku mengajak mereka kepada kebaikan
ثمّ أدعو إلى الله بعد الصلاة = kemudian aku meminta kepada Allah setelah sholat
Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah mengapa penggunaan kata sama أدعو melainkan dalam kita mengartikan berbeda, antara mengajak dan meminta. Manipulasi yang sudah  kita ajarkan kepada generasi kita adalah ketika dengan Allah meminta dan dengan sesama mengajak. Bukan alasan karena konteks pembicaraan yang berbeda, tapi disini kita bahas tentang hermeneutik sebuah kata. Satu kata dengan bentuk sama arti yang berbeda berarti itu menunjukan arti “konotasi” , makna denotasi nya mana? Begitu lah pertanyaan selanjutnya.
Sekiranya hal ini dapat dipahami pembaca yang budiman terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca sampai akhir.

Aku mengajak dia : “Nur, mari kita mengaji!”
Aku meminta kepada Allah: “Ya Allah, berilah kami...!”
Penekanan kata mengajak (mari) dan meminta (berilah) dalam kalimat tersebut bukanlah yang primer, melainkan kata “Nur dan Ya Allah” lah yang menjadi dasar esensi makna dakwah. Dakwah adalah sapaan.
Sapaan kepada anda,  kita isi dengan amar ma’ruf nahi munkar, sapaan kepada Allah kita isi dengan meminta. Meskipun demikian bukan berarti kita berdoa kepada Allah sama halnya dengan kita meminta kepada Allah, tapi kita meminta kepada Allah adalah kita menyapa Allah. Kalau pun dalam  sapaan  itu ada “pamrih” supaya aku lulus ujian itu merupakan yang kedua, yang pertama adalah kita menyapa Allah.
 دعى يدعو دعوة berarti menyapa. Karena kita menyapa Allah, kemudian Allah suka dengan kita akhirnya memberi apa yang menjadi tujuan kedua kita. Karena kita menyapa anda, kemudian anda suka dan akhirnya ikut berkarya.
Semoga bermanfaat.

المعاجم

(Al-Bakhis)
خازن "فوزة اللّبّ" 
حين نسمع أو نقرأ كلاما في لغتنا الأم أو في لغة أجنبية قد نقابل كلمات لانفهم معناها, أو لانعرف شكل حروفها. في هذه الحالة سنبحث عن الكلمة في القاموس أو المعجم. 
فالقاموس دليل يجمع مفردات اللغة بالترتيب الألفبائي. والقواميس العربية بدأت تظهر منذ القرن الثاني الهجري. وهي أنواع: نوع يستعمل لغة واحدة (قاموس أحادي اللغة), وهذا يشرح الكلمة بكلمات من نفس اللغة. ونوع آخر يستعمل لغتين (قاموس ثنائي اللغة), وهذا يشرح الكلمة بترجمتها إلى اللغة ثانية كالعربي والإنجليزي و الفرنسي أو الإندونسي.
 والبحث في قاموس اللغتين سهل و سريع, لأنّنا سنجد الترجمة أمام الكلمة التى نقصدها. ولكن هذه القواميس بشكل عام ليست دقيقة دائما. والسبب وجود مرادفات في الترجمة أي

Perjusa 2012

(Sambutan Kamabigus sekaligus membuka acara)
Salam Pramuka!!!
Sejarah baru telah ditorehkan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, SD Islam Ar-Rahmah Suruh mengadakan kegiatan yang berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya yaitu kegiatan perkemahan. Perjusa (perkemahan Jum'at- Sabtu) SD Islam Ar-Rahmah diselenggarakan pada hari Jum'at dan Sabtu tanggal 27-28 April 2012 dan bertempat di SD Islam Ar-Rahmah. Salah satu tujuan diadakannya acara ini adalah untuk melatih kemandirian, kedisiplinan santri serta lebih mendekatkan diri dengan alam sekitarnya.

Kegiatan Perjusa diawali dengan mengadakan upacara pembukaan pada hari Jum'at sekitar pukul 15.00 WIB dan dibuka langsung oleh Kamabigus yakni Bunda Anik (Ustadzah Anik Ratmiarsih). Setelah acara pembukaan selesai kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Yanda Rochim. Acara seremonial sudah selesai, kini saatnya para santri diajak untuk bermain games yang dipandu oleh Yanda Dliyaudin, Bunda Erma serta Yanda Khozin. Acara games sendiri berlansung kurang lebih sampai pukul 16.30 kemudian dilanjutkan sholat asar berjamaah dan persiapan untuk malam api unggun.
(Api kita sudah menyala)
Acara pada malam harinya tentu saja sudah dapat ditebak, yakni penyalaan api unggun. Diawali dengan perintah penyalaan api unggun oleh Kamabigus, para petugas api unggun membacakan tri satya dan dasa darma pramuka satu persatu. Api kini sudah menyala, para santri beserta seluruh peserta perkemahan menyanyikan lagu wajib api unggun yang tentu saja sudah sangat familiar bagi corps coklat-coklat. Penampilan kreasi dari tiap-tiap barung menambah semarak acara malam hari itu yang ditandai penampilan santri kelas IV dengan Cherrybell-nya dan ditutup oleh penampilan seluruh Ustadz-Ustadzah yang menyanyikan lagu Kemesraan ini serta Neng Nang Neng Nong yang dipopulerkan oleh musisi Ahmad Dhani. Acara yang selanjutnya adalah berbalas pantun, renungan malam dan pergi ke alam mimpi.
Kumandang subuh telah terdengar, para santri segera mengambil air wudlu dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah yang diimami oleh Ustadz Zainal Muttaqien dilanjutkan dengan kultum dan mengaji bersama-sama. Kegiatan selanjutnya yakni senam bersama yang dipimpin oleh Yanda Khozin serta beberapa santri kelas IV. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB, santri-santri melaksanakan agenda kegiatan yang selanjutnya yakni mencari jejak. Mengambil start dari SD Islam Ar-Rahmah Suruh, para santri harus melewati beberapa pos dan menyelesaikan beberapa tugas sebelum menyentuh garis finis yang berlokasi di Lapangan Mesu Kec. Suruh. Seluruh rangkaian kegiatan perkemahan Jum'at-Sabtu sudah selesai, meninggalkan berbagai macam kesan, kenangan dan lain sebagainya. Sayonara........ (Der Kaizer)

Galery Perjusa 2012
Klik show untuk membuka
Klik show untuk membuka
Klik show untuk membuka
Klik show untuk membuka
Klik show untuk membuka
Klik show untuk membuka